Skip to content

Blora dan Blok Cepu

April 19, 2010

BLORA, KOMPAS, Rabu, 10 Juni 2009 | 13:42 WIB – Kabupaten Blora tidak bakal memperoleh dana bagi hasil atau DBH minyak dan gas bumi dari Blok Cepu untuk lapangan Banyurip dan Jambaran. Alasannya, kedua lapangan itu berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sehingga Blora hanya memperoleh participating interest atau PI.

Hal itu terungkap dalam Lokakarya Program Pengembangan Sosial Ekonomi Berbasis Pendapatan Migas Blok Cepu di Hotel Almadinah, Blora, Selasa (9/6). Kegiatan yang digelar Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) Blora itu menghadirkan Kepala Seksi Urusan Geologi Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Blora Teguh Wiyono sebagai pembicara.

Teguh Wiyono mengatakan, dalam pengelolaan Blok Cepu, Blora hanya menjadi penonton. Satu-satunya pendapatan dari Blok Cepu berasal dari keikutsertaan modal sebesar 2,18 persen.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Blora sedang berupaya memperoleh DBH Blok Cepu melalui penghitungan berdasar sebaran cekungan atau pseudo reserves migas. Dari seluruh sebaran cekungan Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro mempunyai wilayah 67,3 persen dan Kabupaten Blora 32,7 persen.

“Berdasarkan penghitungan sebaran cekungan itu, Blora dapat memperoleh DBH 13,073 persen. Namun, penghitungan itu masih wacana dan dalam tahap usulan,” kata Teguh.

Direktur PT Blora Patragas Hulu Christian Prasetyo menambahkan, Blora tidak mendapat DBH Blok Cepu karena terbentur Pasal 12 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Pasal itu mengatur tiga persen DBH daerah untuk provinsi daerah penghasil, enam persen untuk daerah penghasil, dan enam persen untuk kabupaten/kota dalam provinsi daerah penghasil.

Daerah penghasil dikategorikan sebagai kawasan tempat sumur minyak atau gas bumi berada. Artinya, jika sumur itu berada di Kabupaten Bojonegoro, DBH daerah dibagikan kepada Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

“Blora baru mendapat DBH jika eksploitasi minyak dan gas Blok Cepu berikutnya, mulut sumurnya berada di Blora,” kata Christian.

Di tempat terpisah, Direktur PT Blora Patra Energi Tedi Rindaryo mengatakan, Pemkab Blora telah mengajukan izin pengelolaan 321 sumur minyak tua kepada Menteri ESDM. Sumur-sumur itu berada di Sambong, Jepon, dan Jiken. (HEN)

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: