Skip to content

Konversi Minyak Tanah Kabupaten Blora

April 19, 2010

Sedikitnya 235.000 dari 275.490 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Blora (bukan 56.000 KK seperti diberitakan Wawasan kemarin), segera menerima konversi minyak tanah (mitan) ke elpiji kemasan 3 kilogram (kg).

Jumlah KK sasaran bisa bertambah tergantung permintaan, hanya saja mereka berhak mendapatkan konversi berdasar kartu data pelanggan berwarna hijau, kartu penting sebagai bukti resmi penerima paket bantuan dan jaminan keamanan.

Hal itu dikatakan pejabat Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pusat, Arie Yuwono, saat acara sosialisasi konversi minyak tanah ke elpiji, di pendapa rumah dinas Bupati Blora, kemarin.

Menurut Ari Yuwono, kepemilikan kartu hijau itu sangat penting. ”Karena selain ada kepentingannya langsung dengan paket bantuan dan bukti pelanggan, juga berfungsi keamanan,” kata dia di hadapan Bupati RM Yudhi Sancoyo, pimpinan DPRD dan undangan.

”Bila ada kecelakaan segera lapor RT, perangkat desa/kelurahan, kades atau lurah terdekat, sebab dari kartu hijau itu pemerintah akan menggantinya,” jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, jika konversi mulai berjalan di Blora, minyak tanah subsidi akan ditarik bertahap sekitar 50 persen setelah dinilai sudah jalan lancar. Jadi, minyak tanah yang ada tinggal nonsubsidi, mungkin harganya sampai Rp 13.000/liter.

Menurut Ari Yuwono, elpiji 12 kg saat ini disubsidi Pertamina, sehingga harga umum hanya Rp 5.750/kg. Sedangkan elpiji tabung 3 kg disubsidi pemerintah, sehingga warga masyarakat hanya membelinya Rp 4.250/kg. Sedangkan stasiun pengisian bahan bakar energi (SPPBE) untuk suplai elpiji tersebut, siap beroperasi akhir Januari 2009.

Menurut dia, subsidi bahan bakar minyak (BBM) saat ini mencapai Rp 50-55 triliun. Jika konversi minyak tanah ke elpiji yang butuh waktu empat tahun, akan bisa menghemat subsidi mencapai Rp 40 triliun.

Pemkab mendukung
Dalam kesempatan itu, Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo meminta kepada camat, anggota Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), serta kepala desa/lurah untuk membantu program yang propspektif ini untuk mendukung kepentingan nasional.

”Pemkab, termasuk birokrasi sampai perangkat desa siap mendukung program konversi minyak tanah ke elpiji tabung 3 kg,” tandasnya pada pejabat BPH Migas dan Pertamina.

Sementara itu, Camat Jati, Blora, Slamet Effendi menegaskan, pihaknya bersama kades, lurah dan jajarannya menyatakan siap mendukung program nasional ini, dengan satu syarat ada surat tugas atau pentunjuk tertulis resmi dari bupati.

Source: wawasandigital.com

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: